Defect adalah
masalah atau penyakit atau cacat yang ada pada cat. Defect ada yang disebabkan
karena proses pengecatan dan ada pula yang disebabkan karena pengaruh lain
diluar proses pengecatan. Diantara
defect yang disebabkan karena proses pengecatan antara lain:
·
Seeds /
bintik
Biasanya disebabkan karena debu yang
menempel pada cat seketika pada saat cat masih basah.
Defect jenis ini dapat diatasi dengan cara
mengamplasnya. Adapun amplas yang digunakan untuk menghilangkan bintik adalah
grid ampas #1200, #1500, #2000 sampai #2500 (pilih grid amlas sesuai
kebutuhan). Jika harus mengamplas dengan menggunakan beberapa greed amplas,
maka lakukanlah dengan cara menyilang untuk memastikan goresan amplas yang
lebih kasar sudah habis ditindas oleh amplas yang lebih halus. Untuk memulihkan
warna dan gloss, lakukan pemolesan.
·
·
Fish eyes
/ mata ikan
Adalah suatu depresi yang terbentuk apabila
ada air atau oli yang mendorong lapisan cat. Atau suatu kekosongan yang
terbentuk karena cat tidak dapat membentuk lapisan diatas air atau oli.
Defect jenis ini tidak dapat diatasi dengan
cara pemolesan. Defect jenis ini hanya bisa diatasi dengan cara pengecatan
ulang.
·
Orange
feel / kulit jeruk
Yaitu, lapisan cat yang tidak rata,
menyerupai kulkit jeruk, cacat ini terbentuk apabila cat mongering terlalu
cepat, sebelum selesainya perataan (pegerakan permukaan cat untuk meratakan
dirinya sendiri). Ini juga dipengaruhi oleh kondisi aplikasi pengecatan serta
tebal lapisan cat. Menggerakkan spray gun terlalu cepat pada aplikasi dan jarak
yang terlalu jau pada saat penyemprotan juga menyebabkan defect orange feel /
kulit jeruk.
Orange feel bisa hilang dengan cara
mengamplas, permukaan yang mengerut seperti kulit jeruk bisa dihilangkan dengan
menggunakan amplas #1500 sampai #2000. Namun apabila kita menjumpai jenis
orange feel yang terlalu kasar seperti permukaan cat yang kering dan kurang
clear coat, maka untuk mengatasi dan memperbaikinya hanya bisa dilakukan dengan
melakukan pengecatan ulang.
·
Runs /
meleleh
Yaitu defect atau cacat yang disebabkan
karela berlebihnya cat pada saat aplikasi sehingga meleleh kebawah dan mengering.
Biasanya jarak penyemprotan yang terlalu dekat dan pergerakan spreygun yang
lambat adalah penyebab terjadinya runs / leleh. Leleh yang ringan dapat diatasi
dan dihilangkan dengan proses pengamplasan. Caranya adalah dengan mengamplas
menggunakan blok yang terbuat dari kayu atau acrylic yang dilapisi busa, hal
ini dilakukan untuk menghindari gelombang dari hasil amplasan. Untuk
meghilangkan leleh dapat dilakukan dengan dua sampai tiga tahap dari amplas
yang agak kasar hingga paling halus dan siap untuk pemolesan.
Adapun runs / leleh yang tebal hanya bisa
diselesaikan masalahnya dengan mengikis habis dengan amplas yang samgat kasar
kemudian lakukan proses pengecatan ulang.
·
Lifting /
mengkerut atau mengangkat atau bangun
Ada
dua penyebab lifting:
-
Solvent didalam top coat segar yang menembus cat
lama, menyebabkan cat lama berubah secara internal (berubah didalam) sehingga
menimbulkan kerutan pada top coat.
-
Apabila top-coat melunak dan mengembang
dibawahpanas dan kemudian mengerut pada saat dingin.
Defect jenis ini tidak dapat dihilangkan dan hanya bisa diatasi dengan
cara pengecatan ulang.
·
Pinholes
/ lubang lubang kecil.
Adalah lubang lubang kecil pada permukaan
cat yang terjadi karena pemanasan yang terlalu cepat. Apabila permukaan cat
mengering dank eras sebelum solvent didalam coat menguap, maka solvent yang
terperangkap dipaksa untuk meletup melalui lapisan, dan meninggalkan lubang
kecil (pinhole). Seperti defect sebelumnya pinhole juga tidak dapat
diselesaikan dengan proses pemolesan, dan hanya bisa diatasi dengan melakukan
pengecatan ulang.
·
Marks /
bekas dempul
Bekas dempul akan Nampak pada permukaan
top-coat disebabkan pengamplasan yang kurang landai pada dempul, atau pengamplasan dempul yang terlalu habis
sehingga sambungan antara dempul dan cat lama tidak rata. Akibatnya pada saat
aplikasi top coat akan menimbulkan bekas bentuk dempul ketika cat telah
mengering. Putty mark dapat dihilangkan dengan cara mengamplas yang dilanjutkan
dengan pemolesan, namun hal ini tidak dapat membantu lama. Setelah cat terkena
panas matahari atau seiring berjalannya waktu, putty mark akan muncul kembali.
Bahkan pemunculannya yang kemudian akan tampak lebih jelas daripada yang
terlihat setelah pengecatan.
·
Sanding
scratches / goresan amplas
Ini disebabkan karena pengamplasan yang
tidak benar. Pemakaian amplas yang terlalu kasar atau lompatan greed amplas
yang terlalu jauh menyebabkan bekas goresan amplas timbul pada permukaan cat
baru, ini karena lubang amplas tidak tertutup sempurna pada saat cat mengering.
Pada warna warna gelap seperti black mica dan dark blue metallic, sanding
scratch dapat dihilangkan dengan melakukan pengamplasan dan pemolesan. Namun
untuk warna – warna terang, pengamplasan dan pemolesan untuk cacat seperti ini
tidak dapat membantu. Jadi solusi defect jenis ini untuk cat warna terang
adalah dengan melakukan pengecatan ulang.
·
Absorption
/ menyerap
Cat akan terlihat memudar dan tidak tampak
gloss, karena warna yang menguap. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak
campuran solvent / thinner pada saat aplikasi cat, sehingga sebagian warna ikut menguap bersama
solvent. Bias juga disebabkan karena proses buffing compound yang terlalu cepat
sebelum cat mongering sempurna. Pemolesan tidak banyak membantu untuk
menimbulkan gloss yang lebih baik pada defect seperti ini.
Adapun defect
defect yang terjadi diluar proses pengecatan antara lain:
·
Jamur
(water spot)
Endapan air yang terlalu lama dibiarkan
sehingga mengering dan berlapis lapis menyebabkan warna cat memudar. Bercak
bercak air yang kering tersebut sering disebut sebagai jamur cat. Jamur dapat
pula tumbuh pada permukaan kaca. Untuk menghilangkan endapan jamur pada cat
body mobil, dapat menggunakan cairan khusus anti jamur. Namun gloss hanya dapat
ditimbulkan dengan proses pengomponan dan pemolesan.
·
Dent
Dent adalah pentok/penyok kecil pada
permukaan cat yang terjadi akibat benturan benda tumpul atau batu. Pemolesan
tidak dapat membentu mengembalikan bentuk yang sudah penyok. Untuk itu dent
hanya bisa diperbaiki dengan cara pengetokan atau dent removal (PDR).
·
Swirl
mark
Adalah goresan halus nerbentuk memutar
seperti sarang laba-laba. Ini terjadi akibat proses mengelap yang kurang
memperhatikan kondisi permukaan cat, atau menggunakan lap yang kurang bersih,
atau mengelap debu dalam keadaan kering dengan menggunakan lap yang kering pula.
Swirl mark bias juga disebabkan oleh goresan spong buffing kompon yang kasar.
Hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan tehnik pemolesan khusus, buffer
khusus, atau produk khusus swirl mark removal.
·
Stone
chip
Yaitu lubang lubang kecil yang disebabkan
karena percikan benda tajam yang sangat halus, biasa banyak terjadi pada area
bemper depan dan engine hood (kap mesin), karena dua tempar tersebut biasa
menerima percikan pasir atau kerikil dari kenderaan yang ada didepannya. Stone
chip hanya bisa diperbaiki dengan melakukan pengecatan ulang.
·
Dll.